Augustinus Judianto Divonis Bebas
February 28, 2020

Ridwan Kamil – RSHS (Rumah Sakit Hasan Sadikin) tidak bisa menerima langsung pasien yang masih terduga terjangkit Covid-19. Tidak hanya RSHS namun ada 9 rumah sakit khusus lainnya yang memberlakukan peraturan tersebut, dikarenakan rumah sakit tidak memiliki cukup tempat untuk pasien yang masih terduga atau belum mengidap gejala-gejala yang serius, harus ada rujukan dari rumah sakit ring 2 atau ring 3 terlebih dahulu.

Jika masih menduga-duga atau masih ingin memeriksa, pemprof Jawa Barat memiliki instrument untuk melakukan pemeriksaan lengkap di rumah sakit – rumah sakit yang ada di sekitar Jawa Barat, jadi tidak harus menuju rumah sakit khusus atau rumah sakit besar. Hal ini untuk menghindari rumah sakit penuh dengan masyarakat yang ingin memeriksakan dirinya akibat dari hal tersebut sehingga rumah sakit bisa terhambat dalam menangani pasien yang mengidap Covid-19.

Akibat berita tentang ratusan pasien yang sembuh dari Covid-19 di Wuhan China membuat pemerintah Indonesia melakukan penelitian terhadap Klorokuin Fosfat atau yang biasa disebut kina. Zat tersebut disebut-sebut sebagai penyebab sembuhnya ratusan pasien di Wuhan China. Dan pemerintah Jawa Barat menghimbau untuk media digital maupun cetak untuk menyeimbangkan berita negatif dan berita positif agar tidak terjadi kepanikan yang berlebih di masyarakat.

Dan untuk mencegah penularan, pemerintah Jawa Barat sudah berdiskusi dengan Polri untuk melarang dan mengawasi aktifitas masyarakat di luar rumah, terutama aktifitas yang bersifat ‘ramai’. Pemerintah juga sudah meliburkan massal sekolah – sekolah se-Jawa Barat guna mencegah penularan, para siswa dihimbau untuk mencegah penularan dengan cara melindungi diri sendiri, mencuci tangan, menjaga kebersihan diri dan meminimalisir keluar rumah sebagai cara paling ampuh untuk memperlambat penularan Covid-19